Mengenal Lebih Dekat dengan Pak Juwarto, Petani Sekaligus Pengelola Pesantren.



Keboen Berdaya - Familiar dikalangan keluarga besar pemulung yang tinggal di kawasan Tempat Pembungan Akhir (TPA) Sampah, Kelurahan Sumur Batu, Bantar Gebang, Kota Bekasi, ternyata sosok pekerja sosial ini banyak dilupakan masyarakat.

Bahkan banyak warga Kota Bekasi yang tidak tahu siapa dibelakang kesuksesan anak-anak pemulung bersekolah, termasuk para ibu-ibu orang tua anak pemulung ini bisa mengaji.

Padahal, pegusaha swasta yang memulai usahanya dari penjual daging sapi tidak banyak diketauhi warga mengenai sepak terjang pekerja sosial yang 14 tahun lalu mendirikan sekolah gratis “Sekolah Tunas Alam Mulia (Sekolah Anak Pemulung)” hingga kini telah mengantarkan ratusan anak pemulung berhasil menamatkan pendidikannya di tingkat SMA/SMK.

Tak cukup sampai disitu, dalam dua tahun terakhir ini tiga anak pemulung behasil di antarkannya meraih gelar sarjana yang seluruh biaya kuliah anak-anak pemulung tersebut dia biayai sendiri.

Siapa dia? Dialah Juwarto,SE, pria kelahiran tahun 1973 yang sepak terjangnya sebagai pekerja sosial mulai dari Ketua Rukun Warga (RW) 015 Perumahan Bekasi Timur Regensi, Kelurahan Cimuning, Kecamatan Mustikajaya.

Juwarto juga pernah menjadi Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kota Bekasi yang sempat menjadikan pasar ikan hias di Rawa Lumbu mengggeliat dan masa kejayaan dan kesuksesan para pedagang ikan hias di Kota Bekasi. Dia juga pernah di daulat sebagai Wakil Ketua KTNA Provinsi Jawa Barat.

Suami Erni Suryaningsih ini juga dikenal aktif di masjid, sebagai pengurus Dewan Kemakmuran Masjid (DKM), bahkan mulai akhir Desember 2018 lalu dia dipercayakan sebagai Wakil Ketua Forum Silturahmi (Forsa) antar DKM Perumahan Bekasi Timur Regensi.



Artikel Sebelumnya
Belum Ada Komentar :
Tambahkan Komentar
Comment url
Post Terkait :
Tokoh